Lelaki dari Barbados
Ia datang ke New York untuk menjadi penari. Ia pergi sebagai salah satu guru metafisika paling berpengaruh di abad ke-20.
Neville Lancelot Goddard lahir pada 19 Februari 1905 di Barbados, pulau kecil di Karibia yang saat itu masih jajahan Inggris. Ia tumbuh dalam keluarga besar dengan sembilan saudara laki-laki dan satu saudara perempuan. Ayahnya, Joseph Goddard, menjalankan usaha dagang bahan makanan.
Pada usia 17 tahun, sekitar 1922, Neville berlayar ke New York untuk belajar teater. Selama sepuluh tahun berikutnya ia bekerja sebagai aktor dan penari, termasuk ikut tur rombongan tari ke Inggris. Di sela panggung itulah ia mulai membaca buku-buku metafisika dan mistisisme.
Guru bernama Abdullah
Titik balik hidupnya, menurut cerita Neville sendiri, terjadi pada 1931. Ia bertemu seorang lelaki kulit hitam berserban yang ia sebut Abdullah. Neville menggambarkannya sebagai rabi keturunan Etiopia yang menguasai bahasa Ibrani dan Kabbalah. Selama sekitar lima tahun, Abdullah mengajarinya membaca Alkitab sebagai kiasan tentang pikiran manusia.
Kisah paling terkenal dari masa itu terjadi pada 1933. Neville ingin pulang ke Barbados untuk merayakan Natal, tetapi tidak punya uang. Abdullah menyuruhnya "berjalan seolah-olah sudah berada di Barbados". Neville menurut. Setiap malam ia membayangkan dirinya tidur di rumah orang tuanya. Beberapa minggu kemudian, menurut ceritanya, kakaknya mengirim tiket kapal dan uang tanpa diminta.
"Kamu sudah berada di Barbados."Pesan Abdullah, sebagaimana dikisahkan Neville
Tidak ada dokumen independen yang memastikan siapa Abdullah. Sejarawan Mitch Horowitz menduga ia adalah Arnold Josiah Ford, rabi kulit hitam di Harlem yang dekat dengan gerakan Marcus Garvey dan pindah ke Etiopia. Masalahnya, Ford sudah berangkat ke Etiopia pada 1930, sedangkan Neville menyebut pertemuan mereka terjadi pada 1931. Bisa jadi ingatan Neville tentang tahun meleset, bisa juga Abdullah adalah orang lain. Sampai sekarang belum ada jawaban pasti.
Horowitz, One Simple Idea (2014); Occult America (2009)
Dari mimbar ke radio
Neville mulai berceramah di New York pada akhir 1930-an dan menerbitkan buku pertamanya, At Your Command, pada 1939. Gayanya khas: tanpa catatan, penuh cerita, dan selalu kembali ke satu gagasan bahwa imajinasi manusia adalah "Tuhan" yang bekerja di dalam diri.
Pada 1942 ia direkrut menjadi tentara Amerika Serikat. Neville kemudian bercerita bahwa ia tidak ingin bertugas, lalu setiap malam membayangkan dirinya tidur di apartemennya di New York. Tak lama kemudian ia diberhentikan dengan hormat. Cerita ini menjadi salah satu "kesaksian" yang paling sering ia ulang.
Setelah perang, ia pindah ke Los Angeles dan berceramah di sana hingga akhir hayatnya. Buku-bukunya yang terkenal terbit pada masa ini, antara lain Feeling Is the Secret (1944), The Power of Awareness (1952), dan The Law and the Promise (1961).
Dua Neville
Pembaca sering melewatkan bahwa ajaran Neville berubah. Sampai akhir 1950-an, ia menekankan apa yang ia sebut "the Law": teknik memakai imajinasi untuk mewujudkan keinginan. Mulai 1959, ia mengaku mengalami serangkaian penglihatan mistis yang ia sebut "the Promise", termasuk pengalaman "dilahirkan dari atas". Di tahun-tahun terakhirnya, ia lebih banyak membicarakan kebangkitan spiritual daripada manifestasi materi.
Neville wafat pada 1 Oktober 1972 di West Hollywood. Ia tidak mendirikan organisasi atau gereja. Ajarannya bertahan lewat buku dan rekaman ceramah, lalu meledak kembali di internet lima puluh tahun kemudian.
- Neville (1905–1972) adalah penari asal Barbados yang menjadi penceramah metafisika di New York dan Los Angeles.
- Ia mengaku belajar dari Abdullah, sosok yang identitasnya belum bisa dipastikan.
- Ajarannya terbagi dua: "the Law" (teknik manifestasi) dan "the Promise" (pengalaman mistis di akhir hayat).
Hampir semua bukti dalam ajaran Neville adalah cerita pribadi. Apa yang membuat sebuah kesaksian terasa meyakinkan, dan apa yang tidak bisa dibuktikannya?